Quantcast

avatar
Created by : Anonymous
Starred 2,593 x

Vihara Ekayana

Ekayana Buddhist Centre


Jl. Mangga II No.8, Duri Kepa, Jakarta 11510, INDONESIA
T: 021-5687921/ 5687922
F:021-5687923

http://ekayana.or.id/

 

Sejarah Ekayana Buddhist Centre (EBC) tidak dapat dilepaskan dari nama Maha Sthavira Aryamaitri. Setelah menjalani lima tahun sebagai biksu muda yang giat mendalami Dharma sekaligus juga rajin berkelana di wilayah Sumatera bagian Utara (Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, dan Kepri) dan lima tahun selanjutnya secara penuh mencurahkan perhatian untuk organisasi Sangha Agung Indonesia (Sagin) maupun Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) dengan berkeliling ke seluruh Indonesia dalam kapasitasnya sebagai Maha Lekhanadikari (Sekretaris Jenderal) Sangha Agung Indonesia, di tahun kesebelas kebiksuannya ketika telah menjadi biksu senior (sthavira) beliau akhirnya mengabdikan diri untuk melayani umat Buddha di Jakarta. Di Jakarta saat itu (1994) memang belum ada wihara Buddhayana yang dipimpin langsung oleh anggota Sagin.

Sebagai orang kedua dalam kepemimpinan Sagin setelah (Alm.) Maha Nayaka Sthavira Ashin Jinarakkhita, semula Bhante Aryamaitri tidak berpikir untuk membangun wihara besar, cukup ada tempat tinggal bagi para biksu murid-murid beliau untuk dapat melatih diri dan melayani umat. Namun ketika beliau didampingi para biksu lainnya – seperti Bhante Dharmavimala, Bhante Nyanamaitri, dan Bhante Nyanaprabhasa—dengan penuh cinta kasih dan kepedulian melayani umat, semuanya terjadi seperti mengalir begitu saja. Dalam penilaian banyak orang perkembangan Ekayana Buddhist Centre terhitung cukup pesat. Ekayana Buddhist Centre akhirnya menjadi tempat studi banding dan percontohan bagi wihara-wihara lainnya dalam melakukan pembinaan umat.

Penemuan tempat
Bermula dari kepedulian Bhante Aryamaitri dan dukungan Yayasan Borobudur Medan terhadap muda-mudi Buddhis yang akan menyelenggarakan Sarasehan dan Temu Karya Nasional di Jakarta pada pertengahan tahun 1995, atas bantuan Romo Ombunatio dari Medan diperoleh sebuah ruko di Kelurahan Duri Kepa, tepatnya di Jalan Mangga I No. 2-O (Wisma Mulawardhana), untuk tempat berkumpul para aktivis Sekber PMVBI (Sekretariat Bersama Persaudaraan Muda-mudi Vihara-vihara Buddhayana Indonesia) dari berbagai wihara/cetiya di Jakarta. Pada masa awal yang bertugas mengurus tempat ini adalah Bhanta Nyanaprathama yang waktu itu masih berstatus anagarika.

Bhante Aryamaitri saat meninjau kondisi lingkungan di sekitar tempat itu, menemukan adanya lahan kosong di belakang rumah-kantor yang terletak di Jalan Mangga II. Membayangkan bahwa lahan kosong tersebut dapat digunakan sebagai Dharmasala, Bhante Aryamaitri setelah berkonsultasi dengan Maha Nayaka Sthavira Ashin Jinarakkhita memutuskan untuk mendapatkan dua rumah kantor bernomor 8-L, dan 8-M tersebut. Keputusan ini didukung juga oleh tim yang pernah dibentuk untuk memikirkan pembangunan wihara di Jakarta. Dana yang ada saat itu memang tidak mencukupi, tetapi ada keyakinan untuk dapat mengatasinya. Bapak Rustam Karim adalah donatur utama pembelian dua rumah kantor tersebut.

Kebaktian rutin pun dimulai pada hari Minggu 5 Februari 1995. Mayoritas umat pada mulanya adalah para mahasiswa dari Universitas Trisakti, STIE Trisakti, Universitas Tarumanagara, dan STMK Bina Nusantara (sekarang Universitas Bina Nusantara). Jumlah mereka terus berlipat ganda sehingga tempat kebaktian menjadi tidak lagi mencukupi. Walau dilandasi semangat murni untuk melayani umat, namun keberanian menambah rumah kantor bernomor 8/N dan 8/O ternyata harus dibayar dengan pengorbanan yang tidak sedikit. Syukurlah setelah itu, dukungan dari kalangan pengusaha mulai berdatangan.

Jumlah rumah-kantor terus bertambah dan setelah lahan di bagian tengah dibangun akhirnya luas gabungan mencapai 10 (sepuluh) unit dan berhasil direnovasi menjadi satu kesatuan pada tahun 2001. Ekayana Buddhist Centre kemudian secara bertahap juga berhasil memiliki lahan untuk tempat parkir dan beberapa bangunan pelengkap, termasuk 3 (tiga) tempat pelatihan diri yang masing-masing berada di Jawa Barat (Pondok Sadhana Amitayus di Bogor serta Pondok Sadhana Suddhi Bhavana di Cimahi – Bandung Barat) dan Jawa Tengah (Prasadha Mandala Dharma di Parakan – Temanggung).